Senin, 21 Januari 2013

My Name is Me



Yah.. Inilah saya. Berkutat dengan kesederhanaan, tapi sama sekali tak merasa susah. Bagi saya, sederhana ialah merasa indah dalam ketercukupan, sama sekali bukan karena susah. Saya merasa apa yang saya miliki sekarang dan titik dimana saya berdiri sekarang ialah anugerah Allah yg luar biasa. 


Saya punya babe yg perhatian banget sama anaknya, bahkan sampe sedetailnya. Mama yg bawel galak tapi tetap memanaskan air mandi tiap saya pulang kuliah. Uppa yang skalipun jarang tunjukin sayangnya, alhamdulilah tetap sering jitakin kepala saya. Adik perempuan kecil saya yang badungnya minta ampun, tetep jadiin perkataan saya sebagai teladan. Alhamdulillah!
Thanks for this warm family, dear Allah.. Thanks for being me now. 

No matter what, Saya mungkin sama seperti muslimah yang lain. Berjilbab. Berkerudung. Bermotor. Kuliah malam. Ngajar bimbel. Pernah bandel. Idealis. Rame. Mungkin banyak lagi, orang-orang yg beriteraksi dengan saya akan memiliki opini yang varian. Namun yg jelas, saya yang sekarang adalah hasil dari proses bentukan panjang nan lama.

Ketika islam membangunkan saya dari tidur panjang, saya terbelalak. Otak saya ini tidak lagi berkutat pada nyaman saya, tak lagi memikirkan hal2 remeh temeh lainnya. Dulu saya berpikir,” mau weekend kemana lagi ya sama teman2?” namun sekarang Cuma 1 yg membuat air mata ini megalir. Umat. Umat islam yang terkerat-kerat, wajah-wajah mereka yang harapkan kesembuhan, mereka yang terpinggirkan dari peradaban. Memikirkan itu, tiba-tiba dada saya sesak. 

Praktisnya begini, saya muda, saya mampu dan saya muslim! Janji Allah telah terpampang jelas dalam Al-Qur’an, lengkap dengan kabar gembira dan ancaman bagi masing2 pilihan manusia. Bahwa Allah akan memenangkan agama ini walau orang kafir membencinya. Lalu, apa yang menghalangi saya dari perjuangan ini? 

Setidaknya, ketika Izrail menjemput, ia tidak sendiri. Ada Mushab bin Umair yang menemaninya, mengajak saya berbagi surga dengannya. Atas pilihan saya ini, saya bertekad untuk menjadikan masa muda ini sebagai persembahan terbaik saya ketika Allah bertanya di hari dimana tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. 


“Kemana masa mudamu kau habiskan?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar