Yah.. Inilah saya. Berkutat
dengan kesederhanaan, tapi sama sekali tak merasa susah. Bagi saya, sederhana
ialah merasa indah dalam ketercukupan, sama sekali bukan karena susah. Saya
merasa apa yang saya miliki sekarang dan titik dimana saya berdiri sekarang
ialah anugerah Allah yg luar biasa.
Saya punya babe yg
perhatian banget sama anaknya, bahkan sampe sedetailnya. Mama yg bawel galak
tapi tetap memanaskan air mandi tiap saya pulang kuliah. Uppa yang skalipun
jarang tunjukin sayangnya, alhamdulilah tetap sering jitakin kepala saya. Adik
perempuan kecil saya yang badungnya minta ampun, tetep jadiin perkataan saya
sebagai teladan. Alhamdulillah!
Thanks for this warm
family, dear Allah.. Thanks for being me now.
No matter what, Saya
mungkin sama seperti muslimah yang lain. Berjilbab. Berkerudung. Bermotor.
Kuliah malam. Ngajar bimbel. Pernah bandel. Idealis. Rame. Mungkin banyak lagi,
orang-orang yg beriteraksi dengan saya akan memiliki opini yang varian. Namun
yg jelas, saya yang sekarang adalah hasil dari proses bentukan panjang nan
lama.
Ketika islam membangunkan
saya dari tidur panjang, saya terbelalak. Otak saya ini tidak lagi berkutat
pada nyaman saya, tak lagi memikirkan hal2 remeh temeh lainnya. Dulu saya
berpikir,” mau weekend kemana lagi ya
sama teman2?” namun sekarang Cuma 1 yg membuat air mata ini megalir. Umat. Umat
islam yang terkerat-kerat, wajah-wajah mereka yang harapkan kesembuhan, mereka
yang terpinggirkan dari peradaban. Memikirkan itu, tiba-tiba dada saya sesak.
Praktisnya begini, saya
muda, saya mampu dan saya muslim! Janji Allah telah terpampang jelas dalam
Al-Qur’an, lengkap dengan kabar gembira dan ancaman bagi masing2 pilihan
manusia. Bahwa Allah akan memenangkan agama ini walau orang kafir membencinya.
Lalu, apa yang menghalangi saya dari perjuangan ini?
Setidaknya, ketika Izrail
menjemput, ia tidak sendiri. Ada Mushab bin Umair yang menemaninya, mengajak
saya berbagi surga dengannya. Atas pilihan saya ini, saya bertekad untuk
menjadikan masa muda ini sebagai persembahan terbaik saya ketika Allah bertanya
di hari dimana tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya.
“Kemana masa mudamu kau
habiskan?”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar